Buku terbesar mengenai alam terbentang luas di hadapan mata kita... dan ia tertulis dalam bahasa matematik - Galileo
Showing posts with label Lirik Lagu. Show all posts
Showing posts with label Lirik Lagu. Show all posts

Tuesday, January 21, 2014

Jodoh Dunia Akhirat





Kumerayu Pada Allah yang tahu isi hatiku
dimalam hening aku selalu mengadu
Tunjukan Padaku...

Kuaktifkan radarku mencari sosok yang dinanti
Kuikhlaskan Pengharapanku dihati
Siapa Dirimu...

Dalam kesabaran kumelangkah menjemputmu
Cinta dalam hati akan aku jaga hingga
Allah persatukan kita....

Jodoh Dunia Akhirat
Namamu Rahasia
Tapi kau ada dimasa depanku

Kusebut dalam doa
Kuikhlaskan rinduku
Kita bersama melangkah ke Surga, Abadi...

"Bukan Cinta yang memilihmu, Tapi Allah yang memilihmu...Untuk kucintai..."


Monday, December 23, 2013

DUHAI CINTA



Duhai jiwa yang merindukan belahan kalbu
duhai hati yang mendambar cinta tulus suci
telah terpatri kini rasa cinta yang sejati
dengan hadirku disini

Duhai cinta kau hadir isi kekosongan ku
duhai rasa berjuta cinta penuhi sukma
bersua di dalam ikatan kasih nan murni
berdua..bersama

kuterima segala kekurangan dirimu
kuserahkan hati titip cinta ku kepadamu
tuhan tuntunlah langkah kaki tetap dijalanMu
menapak degup cinta kita bersama

Saturday, April 23, 2011

IKON-MUHAMMAD RASULALLAH



Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat ku tatap wajahmu
Kan pasti mengalir air mataku
Kerna pancaran ketenaganmu

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat ku kucup tanganmu
Moga mengalir keberkatan dalam diriku
Untuk mengikut jejak langkah mu

Ya rasullalah ya habiballah
Tak pernah ku tatap wajahmu
Ya rasullallah ya habiballah
Kami rindu padamu

Allah hummasalli 'ala muhammad
Yarabbi solli 'alaihi wassalim

Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapatku dakap dirimu
Tiada kata yang dapat ku ucapkan
Hanya tuhan sahaja yang tahu

Ku tahu cintamu kepada umat
Ummati..ummati
Ku tahu bimbangnya kau tentang kami
Syafaatkan kami

LAGU : RAIHAN
TAJUK: ALANGKAH INDAHNYA HIDUP INI

Monday, April 4, 2011

Satu Ketika-Ost Gemilang



Suatu ketika
Kita pernah tertawa
Suatu ketika
Kita pernah berduka

Memori lalu
Tersemat di hatiku
Buat azimat perjalananmu

Untuk tatapan anak bangsa
Ku titipkan satu cerita
Jadi pedoman untuk semua
Takkan mengalah sebelum melangkah

Impian menjadi haluan cita
Rintangan membakar azam di jiwa
Dan cinta bukan hanya kata-kata
Harapan semua anak merdeka

Walau seribu halangan melanda
Kita harungi tanpa lelah terasa
Walau seribu halangan melanda
Simpulkan di dada terus membara

Wednesday, December 22, 2010

PEMERGIANMU-INTEAM




(Ya Rasulallah...)

Kau masih tersenyum mengubat lara

Selindung derita yang kau rasa

Senyuman yang mententeramkan

Setiap insan yang kebimbangan

Hakikatnya, tak tertanggung lagi derita

Di pangkuan isterimu Humaira?

Menunggu saat ketikanya

Diangkat rohmu bertemu Yang Esa

Tangan dicelup di bejana air

Kau sapu di muka mengurangkan pedih

Beralun zikir menutur kasih

Pada umat dan akhirat

Dan tibalah waktu ajal bertamu

Penuh ketenangan jiwamu berlalu

Linangan air mata syahdu

Iringi pemergianmu

Oh sukarnya untuk umat menerima

Bahkan payah untuk Umar mempercaya

Tetapi iman merelakan jua

Bahawa manusia ?kan mati akhirnya

Tak terlafaz kata mengungkap hiba

Gerhanalah seluruh semesta

Walaupun kau telah tiada

Bersemarak cintamu selamanya

Ya Rasulallah

Kau tinggalkan kami warisan yang abadi

Dan bersaksilah sesungguhnya

Kami merinduimu

Monday, December 20, 2010

Tanjung Puteri


Tajuk Johor Tanjung Puteri
Selat Teberau airnya biru
Di Pantai Lido tepian mandi
Sepanjang masa di hari minggu

Atas bukit Tanjung Puteri
Taman hiburan indah berseri
Pemandangan menawan hati
Jalan tambak hubungan negeri

( korus )
Tanjung Sekijang nun di kuala
Tempat nelayan mengail gelama
Istana Hinggap di Kuala Danga
Pantai berkelah keluarga diRaja

Dari Tebrau orang berakit
Singgah Stulang membeli kopi
Pusara Si Bongkok di lereng bukit
Di tepi pantai Tanjung Puteri

ANAK KECIL MAIN API



 Anak kecil main api
terbakar hatinya yang sepi
air mata darah bercampur keringat
bumi dipijak milik orang

nenek moyang kaya raya
tergadai seluruh harta benda
akibat sengketa diantara kita
cinta lenyap di arus zaman

indahnya bumi kita
warisan berkurun lamanya
hasil mengalir ke tanah yang lain
kitakan merintih sendiri

jangan buang waktu lagi
majulah raihlah semua mimpi
hapuskan sengketa teruskan usaha
kitakan gagah di nusantara (2x)
Melayukan gagah di pentas dunia.

Wednesday, January 13, 2010

TITIAN KEJAYAAN

Mengejar Kejayaan mengharung rintangan

Dengan iringan doa restu ayah serta ibu

ku menjejak ilmu

sedetik yang berlalu

impianku satu

gemilang diri.....peribadi

dengan ikrar janji

Kata ditepati

kejayaan diimpikan usaha kita perlukan

kejayaan....hasrat kita.....

kecemerlangan satu wawasan

yakini diri tempuh cabaran

bersama kita....buktikan

zaman berzaman teguh harapan

semurni mimpi kita pastikan

berjaya hingga akhirnya.

Wednesday, January 6, 2010

Muhasabah Cinta

Wahai... pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
ku pasrahkan semua padaMu

Tuhan ..baru ke sedar
Indah nikmat sihat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap indah
mengalir berzikir dikedung doaku
sakit yang ku rasa
biar.............. jadi penawar dosaku

butir-bitur cinta....air mataku
teringat semua yang kau beri untukku
ampuni hilaf dan salah
selama ini............ya Illahi
Muhasabah cintaku

Tuhan.... kuatkan aku
lindungiku dari putus asa
jika..... ku harus mati
pertemukan aku dengan Mu

Friday, December 25, 2009

Subuh Terakhir




Bilakah kali yang terakhir kau ucapkan sayang
pada insan yang setia berkongsi susah dan senang
Luahkan isi hati, andainya sudah ditakdir
Tadi subuh yang terakhir

Bila berdekatan kadangnya makin kita leka
Bila bejauhan barulah merindu didada
Selagi berkesempatan ucapkan terima kasih
Andai esok takkan hadir

Tika terkasar bahasa mungkin ada yang terasa
Tapi tak kedengaran rintihan kerna sayangkan dirimu
Namun di hati mampukah dilupakan
Rayulah kemaafan
Jangan sebelum nyawa dipulangkan

Bilakah kali yang terakhir kau kucupi pipi
Ayah bonda yang tak mungkin kau terbalas budi
Tunjukkanlah syukurmu bertuahnya kau dilahir

Tika terkasar bahasa mungkin ada yang terasa
Tapi tak kedengaran rintihan kerna sayangkan dirimu
Namun di hati mampukah dilupakan
Rayulah kemaafan
Jangan sebelum nyawa dipulangkan

Lihatlah saja isterimu berkorban separuh nyawa
Demi menjamin kebahagian anak dan suami tercinta
Buktikan padanya pilihan jodohmu tepat
Sebelum semua terlewat

Lafazkan rasa cinta...
andainya sudah ditakdir
Tadi subuh yang terakhir